Panen Padi Setahun Tiga Kali
Kamis 14 Desember 2017

SANGGE – Padi merupakan tanaman pangan yang dibudiayakan hamper di setiap daerahIndonesia, termasuk di Desa Sangge, Kecamatan Klego, Boyolali. Mayoritas penduduk Sangge bekerja di sektor tanaman pangan, khususnya pertanian padi. Salah satu petani padi yang sukses di desa ini adalah Djanudi. Pria yang juga menjabat sebagai salah satu perangkat Desa Sangge ini telah menanam padi selama bertahun-tahun.

“Perkembangan dulu dengan sekarang, lebih baik sekarang karena satu tahun bisa tiga kali menanam padi. Dulu,hanyabisasatu kalimenanam padi,” kata Djanudi. Djanudi mulai bertani sejak 1986. Warga Dukuh Sangge RT 002/RW 003 itu mengaku memerlukan modal sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta untuk satu kali menanam padi. Dengan modal itu, dia bisa meraup omzet sekitar Rp6 juta dalam satu kali panen.

Pria 60 tahun ini menanam padi di lahan seluas 5.000 meter persegi yang dia sewa dari warga sekitar. Dia tidak canggung terjun langsung ke sawah untuk merawat padi meski usianya tak lagi muda.

Penanaman padi tidak terlalu sulit karena petani sudah terbiasa membudidayakan tanaman pangan pokok Indonesia ini. Namun, petani harus waspada menghadapi ancaman hama yang bisa membuat mereka gagal panen.

Padi yang sudah dipanen akan dikeringkan menjadi gabah sebelum dijual kepada tengkulang dan pedagang. Gabah dikemas dengan kantong seberat sekitar 35 kg. Satu kilogram gabah kering dijual dengan harga Rp5.500.

“Saya berharap bertani padi bisa menunjang kebutuhan sehari-hari keluarga. Pertanian padi sangat membantu. Semoga musimnya bagus dan mendukung sehingga masa tanam hingga panen ini sampai tiga bulan,” ungkap Djunadi.

Anda berminat memesan gabah kering kualitas unggulan dari Sangge? Djanudi bisa dihubungi di nomor telepon 081225834536. 

Berita Terkini
Wakil Bupati Lantik Pejabat Baru
Jumat 15 Desember 2017
PKK Gerakkan Wanita
Jumat 15 Desember 2017
Bangun Desa Bersama Warga
Kamis 14 Desember 2017
Bersih Desa Lestarikan Budaya
Kamis 18 Mei 2017