Tempe Sangge Enak
Kamis 14 Desember 2017

Sangge – Makanan yang satu ini sudah tak asing lagi ditelinga kita sebagai warga negara Indonesia kita musti bangga dengan makan khas Indonesia ini. Kenapa tidak? Tempe ini merupakan ikon khas negara kita yang tercinta ini. Sayang pengrajin tempe lebih senang memilih kedelai impor dari pada lokal.

Pemilihan bahan baku kedelai impor tidak berlaku bagi Surip, warga Dukuh Kaponan RT 003/ RW 004 Desa Sangge ini. Sebagai generasi kedua, Surip setia menggunakan kedelai lokal untuk produksi tempe. Kedelai impor dipilih karena dari keutamaan rasa gurih dan kesegaran yang terjamin. Tak heran Surip dipercaya untuk pengiriman hingga luar kota salah satunya di Jakarta. Setidaknya Surip harus membuat tiga ratus biji sekali pengiriman. Berbungkus daun pisang dan daun jati menjadi kelebihan tempe olahannya karena memperkuat rasa yang lebih kuat untuk kedelai. Surip selain menerima pesanan juga menjual daganganya ke Pasar Kacangan dalam waktu tiga kali dalam seminggu menurut pasaran Jawa. Surip tetap memproduksi karena tempe.

Dalam sehari ibu dua anak ini bisa memproduksi hingga sepuluh kilogram tempe per hari, Surip tidak terpatok pada musim karena memang penjualannya cukup stabil setiap tahun. Wanita tiga puluh lima tahun ini sudah merasa bersyukur atas apa yang ia jalani bisa membuatnya memenuhi kebutuhan keluarga dan tambahan menyekolahkan anaknya. Surip dari penghasilan per hari dari penjualan tempe cukup tinggi terkadang bisa mencapai tujuh ratus ribu rupiah dengan keuntungan mencapai empat ratus ribu rupiah.  Bagaiaman tertarik untuk memesan tempe khas Sangge?? Jika anda ingin merasakan tempe gurih Surip bisa memesannya di 085641966373.

Berita Terkini
Wakil Bupati Lantik Pejabat Baru
Jumat 15 Desember 2017
PKK Gerakkan Wanita
Jumat 15 Desember 2017
Bangun Desa Bersama Warga
Kamis 14 Desember 2017
Bersih Desa Lestarikan Budaya
Kamis 18 Mei 2017